Wida
memutuskan untuk berjalan mencari tumpangan melewati Air terjun Bawi Kameloh.
Air terjun ini terletak di area perkemahan dan merupakan bagian dari kawasan
hutan lindung yang dikelola oleh Dinas Kehutanan Kuala Kurun. Pemandanga indah
dengan tebing-tebing curam menghiasi eloknya bibir sungai di tepi hutan ini.
Danau kecil dan vegetasi yang rimbun menjadi daya tarik tersendiri bagi
pengunjung. Tempat ini agak tersembunyi di dalam hutan dan memiliki suasana
mistis. Air yang jatuh dari balik bebatuan, mengisi ceruk dipermukaan tanah
berwarna kehitaman merupakan kekhasan air yang berasal dari lahan gambut. Ia
terpaksa pulang dari kota ke desa karena mendapati kabar ibunya sakit parah...saat
berjalan Wida berpapasan dengan seorang gadis kecil. Wida merasa familiar,
seolah-olah pernah bertemu dan mengenalnya…Mereka saling beradu pandangan…Wida berlalu dari pandangan
gadis itu. Sesampainya di gerbang depan Wida bergegas mencari tumpangan.
Tiba
dirumah, Wida disambut keramahtamahan penduduk desa Tumbang Malahoi, Kecamatan
Tumbang Jutuh. Penduduk “Betang Toyoi”
begitu panggilan akrabnya membuat suasana hangat dan ramah khas masyarakat
Dayak di KalimantanTengah. Wida memegang erat foto ibunya sambil mengangkat gagang
telepon. “Wid, kamu udah dirumah ?” Terdengar suara kakak laki-lakinya dibalik gagang telepon. “Iya
kak, bagaimana ibu ?” Tanya Wida. “Ibu disini bersama kami, kamu istirahat saja
besok pagi kakak jemput. ”Kakaknya mencoba menenangkannya. “Iya Kak” Wida
menutup telepon dengan hati yang sedih dan ia menangis sampai tertidur.
Keesokan
harinya, Wida menjenguk ibunya di rumah sakit. Di dalam hatinya bergumam kalau
ini merupakan pertemuan yang terakhir. Wida sedih, ia memutuskan untuk pulang…di
tengah jalan dia bertemu lagi dengan gadis kecil itu… “Siapa kamu ? Kenapa kau terus
mengikutiku ?” Wida berteriak pada anak itu. Gadis kecil itu menarik tangan
Wida sambil berlari ia membawa Wida pada sebuah bangunan tua. Tiba-tiba Wida
teringat…“ini adalah rumah sahabat ku Priska…”
Hembusan
angin masih terus menyapa mereka, bangunan tua menjadi sunyi dan gadis kecil
itu mengulurkan tangannya menyentuh pipi kiri Wida. Wida tersenyum dan berbalik
menyentuh dahi gadis kecil misterius itu. Wida seolah-olah kembali ke masa
lalu…dimana Wida masih berumur 9 tahun…Priska selalu disiksa oleh ayah
kandungnya bahkan ia sering dikunci di dalam lemari kayu…hari itu, ia dipukuli
dan didorong sangat keras jatuh dari tangga. Kepalanya terluka, kebetulan Wida melewati rumah mereka…gadis
itu meminta tolong pada Wida…tapi Wida berpaling pergi karena ketakutan.
Bagai
film, adegan demi adegan tergambar jelas diingatan, tiba-tiba Wida mendengar
ada sesuatu yang jatuh dari tangga… suara itu semakin dekat terdengar keras
ditelinga. Terlihat benda itu adalah lemari…dimana Priska dikurung dulu dan
Wida menemukan dirinya terbaring di bawah tangga…tempat dimana gadis kecil itu
terjatuh beberapa tahun yang lalu…gadis itu mati terluka parah disana…lemari
itu semakin dekat…gadis itu tersenyum dan menghilang…lemari ulin itu menghampiri Wida. #TAMAT#

Tidak ada komentar:
Posting Komentar