Welcome My Blog

Selamat Datang Yaaaahhhh......di Blognya aku [Si Lina anak sulung dari 2bersaudara]

Sabtu, 15 September 2012

Dendam Gadis Kecil Betang Toyoi






Wida memutuskan untuk berjalan mencari tumpangan melewati Air terjun Bawi Kameloh. Air terjun ini terletak di area perkemahan dan merupakan bagian dari kawasan hutan lindung yang dikelola oleh Dinas Kehutanan Kuala Kurun. Pemandanga indah dengan tebing-tebing curam menghiasi eloknya bibir sungai di tepi hutan ini. Danau kecil dan vegetasi yang rimbun menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Tempat ini agak tersembunyi di dalam hutan dan memiliki suasana mistis. Air yang jatuh dari balik bebatuan, mengisi ceruk dipermukaan tanah berwarna kehitaman merupakan kekhasan air yang berasal dari lahan gambut. Ia terpaksa pulang dari kota ke desa karena mendapati kabar ibunya sakit parah...saat berjalan Wida berpapasan dengan seorang gadis kecil. Wida merasa familiar, seolah-olah pernah bertemu dan mengenalnya…Mereka saling  beradu pandangan…Wida berlalu dari pandangan gadis itu. Sesampainya di gerbang depan Wida bergegas mencari tumpangan.
Tiba dirumah, Wida disambut keramahtamahan penduduk desa Tumbang Malahoi, Kecamatan Tumbang Jutuh. Penduduk “Betang Toyoi” begitu panggilan akrabnya membuat suasana hangat dan ramah khas masyarakat Dayak di KalimantanTengah. Wida memegang erat foto ibunya sambil mengangkat gagang telepon. “Wid, kamu udah dirumah ?” Terdengar suara  kakak laki-lakinya dibalik gagang telepon. “Iya kak, bagaimana ibu ?” Tanya Wida. “Ibu disini bersama kami, kamu istirahat saja besok pagi kakak jemput. ”Kakaknya mencoba menenangkannya. “Iya Kak” Wida menutup telepon dengan hati yang sedih dan ia menangis sampai tertidur.
Keesokan harinya, Wida menjenguk ibunya di rumah sakit. Di dalam hatinya bergumam kalau ini merupakan pertemuan yang terakhir. Wida sedih, ia memutuskan untuk pulang…di tengah jalan dia bertemu lagi dengan gadis kecil itu… “Siapa kamu ? Kenapa kau terus mengikutiku ?” Wida berteriak pada anak itu. Gadis kecil itu menarik tangan Wida sambil berlari ia membawa Wida pada sebuah bangunan tua. Tiba-tiba Wida teringat…“ini adalah rumah sahabat ku Priska…”
Hembusan angin masih terus menyapa mereka, bangunan tua menjadi sunyi dan gadis kecil itu mengulurkan tangannya menyentuh pipi kiri Wida. Wida tersenyum dan berbalik menyentuh dahi gadis kecil misterius itu. Wida seolah-olah kembali ke masa lalu…dimana Wida masih berumur 9 tahun…Priska selalu disiksa oleh ayah kandungnya bahkan ia sering dikunci di dalam lemari kayu…hari itu, ia dipukuli dan didorong sangat keras jatuh dari tangga. Kepalanya terluka,  kebetulan Wida melewati rumah mereka…gadis itu meminta tolong pada Wida…tapi Wida berpaling pergi karena ketakutan.
Bagai film, adegan demi adegan tergambar jelas diingatan, tiba-tiba Wida mendengar ada sesuatu yang jatuh dari tangga… suara itu semakin dekat terdengar keras ditelinga. Terlihat benda itu adalah lemari…dimana Priska dikurung dulu dan Wida menemukan dirinya terbaring di bawah tangga…tempat dimana gadis kecil itu terjatuh beberapa tahun yang lalu…gadis itu mati terluka parah disana…lemari itu semakin dekat…gadis itu tersenyum dan menghilang…lemari ulin  itu menghampiri Wida.  #TAMAT#

                                                                                                                           Oleh : Lyn's Alina

Tidak ada komentar:

Posting Komentar